Blogging, Search Engine Optimization, Internet, Template, Widget hingga Monetize Blog.

Apa Perbedaan antara Nofollow dengan Dofollow?

Perbedaan dasar antara link nofollow dengan link dofollow adalah dalam hal kemampuan meneruskan poin. Blog yang menanam link Dofollow akan mendapatkan poin dari halaman tempat link itu tertanam. Sedangkan jika menanam link Nofollow sama sekali tidak memiliki kemampuan tersebut. Cara untuk mendapat backlink yang dofollow sendiri adalah dengan menanam link pada halaman yang dofollow, dan sebaliknya. Namun sebelum hendak berburu backlink tentunya kamu harus dapat membedakan halaman yang nofollow dan dofollow terlebih dahulu.


Perbedaan link Nofollow dengan Dofollow

Silakan perhatikan dua link berikut ini:
  1. Backlink yang Berkualitas
  2. Backlink yang Berkualitas
Secara visual kedua link di atas terlihat sama persis, namun jika kita membuka kode sumber teks (mode HTML), terlihat perbedaan pada HTML di bagian kode rel="nofollow".
<a href="http://b-tutorial.blogspot.co.id/2015/07/backlink-yang-berkualitas-untuk-blog.html" target="_blank">Backlink yang Berkualitas</a>
<a href="http://b-tutorial.blogspot.co.id/2015/07/backlink-yang-berkualitas-untuk-blog.html" rel="nofollow" target="_blank">Backlink yang Berkualitas</a>
Setelah memahami sedikit penjelasan di atas, selebihnya kamu perlu mengetahui halaman tipe apa yang ideal untuk berburu backlink. Kemudian jika Blog kamu memungkinkan untuk menjadi target pemburu backlink, tipe halaman yang mana yang paling cocok untuk Blog kamu sendiri.

Lebih Baik Link Nofollow atau Dofollow untuk Backlink?

Mengenai mana backlink yang lebih baik, saya tidak bisa memberi pernyataan pada hal tersebut. Dengan melihat kemampuan meneruskan poin, maka baclink yang lebih mempengaruhi peningkatan poin adalah link yang Dofollow. Walaupun benar bahwa Nofollow sama sekali tidak memberikan poin apapun pada Blog kita, namun backlink ini tetap dibutuhkan.

Ternyata banyak blog yang menanam backlink dan seluruhnya dofollow tidak memperlihatkan hasil peningkatan poin yang maksimal. Justru setelah membuat backlink yang nofollow, kemudian terlihat peningkatan performa pada halaman web tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa backlink Nofollow juga dibutuhkan, sepertinya sebagai indikator bahwa pertumbuhan backlink di halaman web kita itu alami. Jika backlink Blog kamu terlalu banyak dan seluruhnya dofollow, itu seperti mempertegas bahwa kita sedang melakukan link building. Jadi mulai sekarang sebaiknya saat kita mengunjungi sebuah halaman, baik nofollow maupun dofollow silakan tanam backlink kita di sana.

Lebih Baik Menjadi Blog Nofollow atau Dofollow?

Dalam memutuskan apakah Blog akan dibuat Nofollow atau Dofollow itu tergantung kemampuan dan kebutuhan kita masing-masing. Blog dibuat menjadi Dofollow memang sebuah trik untuk menambah trafik pengunjung, namun akan ramai oleh pengunjung yang tidak tertarget, yaitu para pemburu backlink yang memang menyukai halaman-halaman dofollow. Seringkali mereka hanya sekedar berkunjung dan berbasa-basi pada form komentar kemudian menanam baclink pada halaman blog kita yang dofollow. Jika kamu merasa tidak keberatan dengan pengunjung yang tidak tertarget dan komentar yang berbasa-basi dari pemburu backlink, maka silakan buatlah Blog kamu menjadi Dofollow.

Pertanyaannya, apakah kamu mampu membuat manfaat dari Blog Dofollow ini lebih banyak dibandingkan dengan efek penurunan poin yang mungkin terjadi di kemudian hari? Karena dengan trik Dofollow ini trafik mudah untuk ditingkatkan namun rentan pula terjadi penurunan poin halaman jika kamu tidak bisa mengontrol pertumbuhan backlink yang tertanam di blog. Google bisa saja menganggap blog kamu spammy karena terdapat banyak komentar dan backlink yang spammy. Banyak Blog Dofollow yang poinya meningkat secara signifikan namun jatuh di tengah perjalanan.

Jika trik Dofollow ini dirasa kurang cocok untuk diterapkan pada Blog kamu, maka cukuplah melakukan optimisasi SEO yang jelas lebih alami dan membuat Blog kamu Nofollow saja. Blog kamu akan mendapat pengunjung yang lebih spesifik. Artinya pengunjung yang datang ke Blog kamu memang tertarik pada konten yang kamu tawarkan di dalamnya. Namun pertanyaannya, apakah dengan konten yang ditawarkan kamu mampu untuk membuat Blog ramai tanpa trik Dofollow?

Jadi, apakah kamu sudah memutuskan akan membuat Blog menjadi Nofollow atau Dofollow?

Artikel terkait : Apa Perbedaan antara Nofollow dengan Dofollow?

Artikel B-Tutorial Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2014-2016 B-Tutorial - All Right Reserved